Ke Studio Foto untuk Pemotretan Si Bayi

Sekali-kali boleh saja memotret bayi dengan membawanya ke studio foto untuk dipotret oleh fotografer profesional. Untuk itu ada yang perlu kita perhatikan:

  • Cari waktu yang nyaman bagi si bayi. Jangan setelah imunisasi, misalnya. Pada saat itu, kondisi bayi sedang tidak nyaman. Ruangan dokter mungkin baginya menakutkan. Saat dibawa ke studio foto, bisa-bisa timbul trauma karena bayi harus masuk ke ruangan asing yang berulang baginya. Untuk waktu yang tepat, Mama dan Papa sendiri yang bisa mengira-ngira.
  • Biarkan beradaptasi terlebih dulu. Adaptasi dengan suasana studio dan para kru di sana sangat perlu. Apalagi bagi bayi yang sehari-harinya jarang bertemu dengan banyak orang. Berikan waktu pada bayi untuk merasa nyaman di lingkungan studio, dengan bermain-main, misalnya.
  • Tak bersikap berlebihan dalam mengarahkan gaya. Saat di studio foto, para pengantar bisa amat bersemangat melakukan gerakan-gerakan agar si bayi mengarahkan pandangannya ke kamera. Sebetulnya ini justru dapat membuat bayi kebingungan atau malah merasa takut. Biarkan ruangan tersebut sepi dan menjadi miliknya. Untuk menaklukannya ciptakan perasaan yang aman dan nyaman, dengan tatapan mata yang lembut atau elusan tangan yang membuatnya nyaman.
  • Arahkan pandangan dengan menggunakan mainan. Bila ingin mengarahkan pandangan mata bayi ke kamera, kita dapat memanggil namanya. Jika ingin mengarahkan pandangannya ke suatu arah tertentu, bisa dengan bantuan mainan yang berwarna terang/berbunyi yang menarik perhatiannya. Arahkan mainan tersebut ke tempat yang ingin dituju. Setelah dia melihat, tunggu beberapa saat dan barulah difoto.

baca juga : ” https://lesbahasainggris.co.id/kursus-gre-jakarta/

Ingin Si Kecil Berhidung Mancung?

GAMPANG kok, tarik-tarik saja pangkal hidung si kecil! He he… begitu kan kata orang-orang tua zaman dulu? Tentu saja hal ini cuma mitos. Pasalnya, mancung tidaknya hidung seseorang ditentukan oleh bentuk tulang hidungnya dan juga rasnya. Orang Eropa (Kaukasoid) berhidung mancung sebab struktur tulang hidungnya tinggi, sedangkan hidung orang Asia (Mongoloid) cenderung pendek dan bulat. Dengan demikian, meski hidung bayi Asia sering ditarik-tarik, tetap saja enggak akan mancung karena memang tidak ada garis keturunan mancung. Lain halnya jika si bayi merupakan hasil perkawinan campur dimana salah satu orangtua adalah orang Eropa atau keturunan Eropa, bukan tak mungkin si bayi akan mewarisi hidung mancung tersebut.

Manfaat Kepala Gundul

Dengan menggunduli kepala si kecil sampai licin plontos, dari sisi kesehatan ternyata ada manfaatnya lo, Mam. • Membersihkan kepala dari sisa-sisa kotoran yang menempel di rambut, seperti gumoh di bantal yang kemudian menempel di rambutnya. • Memudahkan Mama mengamati jika ada sesuatu di kepala si kecil, seperti iritasi, bisul, luka, dan lainnya, sehingga bisa segera dilakukan pengobatan.

9 Tanda Si Kecil Cukup ASI

  1. Si kecil menyusu tidak lebih dari 30 menit.
  2.  Saat menyusu terdapat periode mengisap dan menelan.
  3. Tampak puas setelah menyusu.
  4. Bayi lebih tenang, tidak rewel, dan tidurnya pun nyenyak.
  5. Umumnya, jarak menyusui sekitar 2—3 jam.
  6. Berat badan bertambah sesuai kurva pertumbuhan.
  7. Buang air kecilnya lebih dari lima kali per hari.
  8. Urinenya berwarna bening atau kuning bening.
  9. Fesesnya berwarna kuning, bukan hijau.