Si Kecil Senang Bicara Lantang

Diamkan Dulu

Evi Neniyawati, ibu dari Dhia Putri A­ rani (3) “Anakku bicara lantang saat ada hal yang tidak disukai. Aku diamkan dulu hingga emosi marahnya tersalurkan. Setelah itu baru aku tanya apa yang ia ingin sampaikan. Setelah tahu, baru aku bilang bahwa dia perlu belajar mengungkapkan keinginannya secara baik-baik.”

Memeluknya

Izzul Islami, mama dari Is­ han Adam Kurnia Zulkarnain (2,2) ”Fihan suka bicara lantang kalau keinginannya dilarang. Aku akan mendengarkan sampai dia selesai bicara. Baru setelah itu menjelaskan alasan aku melarangnya. Sambil memeluknya, aku katakan kalau bicara teriak-teriak itu enggak baik. Lalu saya bilang, ’Oke?’ Kemudian dia jawab, ’Yes’ dengan lantang dan tangan diangkat ke atas.”

Baca juga : “ https://lesbahasainggris.co.id/les-bahasa-jerman-di-jakarta/

Teriak Karena Dicuekin

Eka Utami, mama dari Anastia Prashanti Putri Andrya (1,10) ”Anakku pernah sedang bicara tapi tak kuhiraukan. Ia pun lantang memanggilku namun tetap dengan gaya centilnya. ‘Bunda adiiiiiiiiiiiiikkk.’ Benar-benar menggemaskan. Sontak aku menggendong dan menciumnya sembari berkata, “Maa­ n Bunda ya, Adik tadi mau minta apa?’ Ia pun melontarkan keinginan dengan tingkah manjanya.”

Si Kecil Sadar Sendiri

Indah Murniwati, mama dari Cheryl Aiko Anindya Raesya Putri (4,3) ”Cheryl bicara lantang ketika marah. Misal saat pagi-pagi dibangunin buat mandi padahal saat itu hari Minggu. Dia teriak, ’Mama aku enggak mau bangun. Kan libur.’ Kalau sudah begitu, saya diamkan saja. Lama-lama ia sadar dan bilang, ‘Mama maaf ya.’ Saya pun berkata, ‘Meski libur, Cheryl tetap harus mandi agar segar saat bermain.”

Lantang dan Kritis

Ina Mahdinesia, mama dari Rama Mahdinesia (5) ”Rama pintar sekali berargumen. Suatu ketika ada guru baru di sekolah menyambut di depan kelas, ‘Ayo Kak Rama silakan dilepas kaus kakinya sebelum masuk kelas.’ Putra saya menjawab lantang, ‘Miss Emma aja masih pake kaus kaki! Kok nyuruh aku lepas kaus kaki sih!’ Miss Emma langsung tercengang. Saya pun memohon maaf, lalu saya bilang pada Rama, ‘Kalau anak saleh itu mesti sopan, kalau berbicara volume suaranya harus dikendalikan dan dengan bahasa yang baik.”