9 Trik Melepas Empeng dari Anak Bagian 2

Ketika hendak tidur siang dan di tempat tidur tidak dibolehkan menggunakan empeng, misal. Awalnya, si kecil pasti akan menangis. Menghadapi situasi ini, Mama hendaknya mampu bersikap tegas dan tidak melunak ketika si batita merengek menginginkan empengnya. Rengekan ini umumnya hanya berlangsung sesaat. Berikan pengertian dan alihkan perhatiannya.

Tips Melepaskan Empeng dari Anak

  1. Lakukan “sabotase”. Beberapa orangtua berhasil dengan teknik mengakali empeng menjadi tidak berfungsi. Misal, menusuk bagian ujung empeng yang berlubang sehingga tidak dapat diisap. Namun, hati-hati ketika “merusak” empeng. Jangan sampai ada bagian yang dirusak ikut terisap. Memotong ujung empeng bisa berbahaya, karena potongan-potongan kecilnya bisa terisap dan menyebabkan tersedak.
  2. Dibawa “Peri Dot”. Tokoh dalam cerita kerap membantu batita menjadi lebih mudah memahami suatu peristiwa. Untuk melepaskan batita dari empeng atau dotnya, berikan penjelasan bahwa “Peri Dot” akan menukarkan dot-dot dari anak-anak yang sudah besar dengan mainan kesukaannya. Untuk itu, mintalah batita memasukkan dotnya ke sebuah wadah di pintu agar dibawa Peri Dot sekaligus menukarnya dengan hadiah yang diinginkan oleh si batita.
  3. “Hilang” Dengan sengaja “menghilangkan” dot. Sembunyikan di tempat yang tidak mungkin ditemukan oleh si batita. Berikan penjelasan kepada batita bahwa empengnya telah hilang. Pada sebagian batita, metode ini cukup efektif. Awalnya, batita akan merasa kehilangan namun lambat laun akan terbiasa.
  4. Buku sebagai media mengubah perilaku. Waktu bercerita adalah waktu yang indah dan tepat untuk menyampaikan pesan. Buku dapat menginspirasi perubahan perilaku yang diinginkan, seperti meminta batita untuk tidak mengempeng. Pilihlah tema-tema yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Bila Mama teliti, pasti akan mendapatkan buku-buku dengan tema yang sesuai. Misal, cerita anak kelinci yang secara bertahap bisa melepaskan empengnya.
  5. Membiarkan melepas secara alami. Beberapa orangtua berpendapat, anak secara alami akan melepas empengnya, jadi tak perlu dilakukan pemaksaan. Ketika batita sudah merasa tidak memerlukan, ia akan dengan ringan hati membuang empengnya ke tempat sampah. Tentunya, ini tidak terjadi dengan sendirinya, orangtua tetap diharapkan memberikan pengertian-pengertian kepada batita bahwa sudah tiba saatnya untuk tidak mengempeng lagi.

Berikut ini adalah informasi lebih mengenai kursus IELTS terbaik di Jakarta “ http://lesbahasainggris.co.id/kursus-ielts-terbaik-di-jakarta/