EBOLA yang Mencekam Dunia Bagian 2

Gambaran klinis penyakit Ebola juga dapat ditemui pada beberapa penyakit lainnya seperti demam berdarah dengue, demam tifoid, malaria dan leptospirosis yang lebih sering dijumpai di Indonesia. Dokter akan mencurigai seseorang terkena infeksi Ebola hanya pada beberapa keadaan khusus. Seperti pulang dari bepergian ke Afrika Barat: Sudan, Liberia, Kongo, Nigeria, Guyana dan Sierra Leone. Itu pun harus ada riwayat kontak dengan orang atau hewan yang dicurigai menderita Ebola.

Bila hal-hal ini tidak terjadi/tidak dilakukan, kecil kemungkinan seseorang akan didiagnosis dengan Ebola. Namun apabila seseorang dicurigai terinfeksi, dokter akan merujuk ke rumah sakit-rumah sakit yang telah disiapkan oleh Kemenkes RI untuk kasus Ebola. Rumah sakit-rumah sakit ini adalah tempat yang juga telah dipersiapkan. Sebelumnya untuk menghadapi kasus flu burung, seperti RS Sulianti Saroso dan RS Persahabatan di Jakarta. Pemeriksaan lanjutan untuk kon­ rmasi, seperti pemeriksaan antibodi, antigen, kultur dan DNA akan dilakukan oleh Balitbangkes bekerja sama dengan pusat-pusat layanan kesehatan tersebut.

Pengobatan Dan Pencegahan

Saat ini tidak tersedia vaksin yang terbukti efektif dan e­ sien untuk mencegah infeksi Ebola. Namun demikian Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong beberapa vaksin untuk segera dikembangkan dan siap digunakan. Pengobatan utama untuk pasien Ebola adalah dengan pemberian cairan dan terapi pendukung seperti obat penurun panas untuk menjaga kenyamanan pasien.

Saat ini, karena belum ada antivirus yang dapat mengobati, kesembuhan dari penyakit ini amat bergantung pada kemampuan penderita untuk melewati masa kritisnya. Prinsip pengobatan dan kesembuhan pada Ebola hampir serupa dengan apa yang dilakukan terhadap demam berdarah dengue. Namun Ebola mempunyai angka komplikasi dan kematian yang jauh lebih tinggi. Ebola saat ini dideklarasikan oleh WHO sebagai kedaruratan yang menjadi perhatian dunia.

Namun demikian kita sebagai warga Indonesia tidak perlu terlalu takut terhadap masalah ini. Sebagaimana telah dijelaskan di atas, Ebola sulit menular tanpa kontak erat terhadap penderita dan saat ini yang berisiko tertular adalah orang-orang yang bepergian ke Afrika Barat. Pemerintah RI melalui Kemenkes dan Kemenhub telah bekerja sama untuk memperketat visa ke dan dari negara-negara tersebut. Serta menerapkan sistem survailans dan karantina untuk mencegah masuknya Ebola ke negara ini. Usaha terbaik kita tentunya adalah tetap menjaga kesehatan dan prinsip-prinsip higienitas umum seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan orang sakit.

Berikut ini adalah informasi lengkap mengenai kursus ielts terbaik di Jakarta “ http://sat-jakarta.com/kursus-ielts-jakarta/