Teman Khayal Membuat Si Kecil Lebih Pintar

Manfaatkan teman khayal anak untuk menumbuhkan imajinasi dan kreativitasnya. “Anak kedua saya punya teman khayal bernama ’Dede Botak’ Awalnya saya tak menyadari. Tapi lama-lama saya perhatikan, kok dia bermain sambil bicara sendiri. Lalu saya tanya, ’Main dengan siapa, Dek?’ Raff menjawab, Dengan ‘Dede Botak’. “ ‘Siapa itu?’ tanya saya lagi. ‘Teman Apih’. ‘Mana…kok ibu enggak lihat?’ Ada tuh..’ Sambil menunjuk pojok ruangan. Walaupun sedikit bingung tapi saya ikut bermain bersama ‘mereka’. Saya pikir, wajar anak usia ini memiliki teman khayalan, sejauh tak membahayakan.” Itulah cerita Intan Kurniati, mama dari Raff Safee Alamshah (3).

Betul seperti yang diutarakan Intan, anak prasekolah wajar memiliki teman khayal. Seperti yang dipaparkan Jean Piaget. Pada rentang usia 3—5 tahun, anak memasuki fase perkembangan yang disebut dengan symbolic play. Pada usia ini anak bermain dengan simbolsimbol/lambang. Salah satu ciri periode ini ditandai dengan bermain khayal/bermain imajiner. Ini merupakan dampak dari berkembang pesatnya kognitif anak, kreativitas, kemandirian, serta sosialisasinya.

Kembangkan Imajinasi Mengenai teman khayal ini, para ahli sepakat, dapat menjadi salah satu sarana bagi anak menuangkan imajinasi dan kreativitasnya. Untuk itu, kekhawatiran bahwa anak “aneh” karena memiliki teman khayal, tidak berlaku di usia ini. Justru teman khayal di usia prasekolah dapat mendatangkan berbagai manfaat Selain mengembangkan imajinasi dan kreativitas yang telah disebut tadi, dengan memiliki teman khayal, kemampuan berbahasa anak akan terasah.

Teman Imajinasi Si Kecil

Si prasekolah juga kaya akan ide karena imajinasinya selalu tertantang. Belajar Memecahkan Masalah Untuk lengkapnya, berikut beberapa manfaat umum dari bermain khayal:

* Meningkatkan kosakata. Seperti halnya didongengkan, anak yang sering bermain khayal akan memiliki perbendaharaan kata yang lebih kaya. Ini karena ia sering mengajak ngobrol “sobatnya” itu.

* Memberikan kesempatan untuk memiliki kontrol. Bermain khayal/pura-pura memberikan prasekolah menjadi siapa pun yang ia inginkan dan membuat sebuah situasi menjadi sesuatu yang ia inginkan. Misal, “temannya” si beruang Teddy berhasil pipis di toilet. Cerita khayalannya ini akan memberikan perasaan pada anak bahwa dia dapat mengontrol sesuatu.

* Belajar aturan sosial. Ketika si prasekolah bergabung dengan teman lainnya untuk membangun istana dari balok, misalnya, ia tidak hanya mengeksplorasi dunia fantasinya, namun juga belajar suatu hal yang kompleks, seperti aturan (bahwa ia harus bergantian dengan temannya), interaksi sosial, dan memecahkan kon­flik.

Agar anak nantinya memiliki keterampilan bahasa asing simak informasi lengkap berikut ini “ http://pascal-edu.com/kursus-bahasa-jerman-di-bandung/