Mengenal Golongan Darah O

golongan darah O

Golongan darah merupakan ciri khusus sel-sel darah yang terdapat pada seseorang. Adanya penggolongan darah disebabkan oleh adanya perbedaan jenis kabohidra dan protein pada permukaan membran sel darah merah (eritrosit). Penggolongan darah pada manusia dapat ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung di dalam darah.

Ada dua jenis penggolongan darah yang umum digunakan untuk menentukan golongan darah seseorang, yaitu sistem ABO dan sistem Rhesus. Sistem penggolongan ini diperkenalkan oleh karl landsteiner, ilmuwan Australia kelahiran 14 jun 1868 dan peraih nobel di bidan fisiologi (pengobatan) pada 1930 (1868-1943). Sistem penggolongan ABO diperkenalkan pada 1900 dan sistem Rhesus diperkenalkan pada 1937. selain penggolongan darah ABO dan sistem Rhesus, masih ada sistem penggolongan darah yang lain, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Golongan darah Diego+ (DI) yang hanya ditemukan pada orang asia selatan dan penduduk peribumi Amerika
  2. Golongan darah M, N, dan MN yang diperoleh dari sistem penggolongan MNS
  3. Sistem penggolongan ini berguna untuk tes kesuburan serta identifikasi penyakit seperti kanker dan jantung
  4. Golongan darah Duffy – (FY) yang sebagian besar ditemukan pada populasi masyarakat afrika.
  5. Golongan darah P1 yang diperoleh dari sistem penggolongan P
  6. Golongan darah KEL yang diperoleh dari sistem penggolongan KEL
  7. Golongan darah JK yang diperoleh dari sistem penggolongan kidd
  8. Golongan darah YT yang diperoleh dari sistem penggolongan cartwright
  9. Golongan darah XG yang diperoleh dari sistem penggolongan XG
  10. Golongan darah SC yang diperoleh dari sistem penggolongan dari SC
  11. Golongan darah DO yang diperoleh dari sistem penggolongan Dombrock
  12. Golongan darah CO yang diperoleh dari sistem penggolongan Colton
  13. Golongan darah LW yang diperoleh dari sistem penggolongan Landsteiner-Wiener
  14. Golongan darah CH/RG yang diperoleh dari sistem penggolongan Chido/Rodgers
  15. Golongan darah H yang diperoleh dari sistem penggolongan Hh
  16. Golongan darah XK yang diperoleh dari sistem penggolongan Kx
  17. Golongan darah GE yang diperoleh dari sistem penggolongan Gerbich
  18. Golongan darah CROM yang diperoleh dari sistem penggolongan Cromer
  19. Golongan darah KN yang diperoleh dari penggolongan Knops
  20. Golongan darah IN yang diperoleh dari penggolongan Indian
  21. Golongan darah OK yang diperoleh dari penggolongan Ok
  22. Golongan darah RAPH yang diperoleh dari penggolongan Raph
  23. Golongan darah JMH yang diperoleh dari penggolongan  John Milton Hagen
  24. Sistem Lutherans yang mendskripsikan satu set 21 antigen.

Berdasarkan hasil penelitian, sebenarnya sudah ditemukan sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh. Hanya saja, dewasa ini hasil penelitian antigen tersebut manjadi kurang populer karena ke 46 jenis antigen tersebut sangat jarang ditemukan. Para praktisi kesehatan lebih fokus kepada golongan darah ABO yang dikombinasikan dengan sistem Rhesus (Rh). baca juga foredi makassar

Masih menurut Karl Landsteiner, jika darah manusia yang berbeda golongan bercampur, sel-sel darah pada keduanya akan menggumpal. Penggumpalan ini dapat berakibat fatal sehingga menyebabkan kematian.

golongan darah O

Golongan darah O merupakan jenis golongan darah yang paling umum dan jumlahnya paling banyak dijumpai dari pada golongan darah lain. Orang dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi dari antigen A dan antigen B. Orang yang bergolongan darah O dapat mendonorkan darahnya kepada orang yang bergolongan darah A, B, AB dan O sehingga mereka disebut donor uiversal. Namun, orang yang bergolongan darah O hanya dapat menjadi resipien (penerima) dari golongan darah O. artikel terkait lainnya minyak kutus kutus

Agar mudah memahaminya, perhatikan tabel sistem penggolongan darah menurut Karl Landsteiner berikut ini :

Golongan Darah

AglutinotenAglutinin

A

AB

B

B

A

AB

AB

O

Alfa, Beta

Berdasarkan tabe tersebut, diperoleh suatu simpulan bahwa aglutinogen A dapat menggumpalakn aglutinin alfa dan aglutinogen B dapat mengumpalkan aglutinin Beta. Dengan demikian, jika orang yang bergolongan darah O mendapatkan transfusi darah dari golongan darah A, darah orang yang bergolongan darah O tersebut akan mengalami penggumpalan (aglutinasi), begitu pula jika mendapat transfusi dari golongan dari O. Hal ini terjadi karena golongan darah O tidak mempunyai aglutinogen A maupun aglutinogen B. Oleh karena itu, orang yang bergolongan darah O tidak bisa menjadi resipien dari golongan darah yang lain, melainkan harus dari orang yang bergolongan darah O juga.

Demikian penjelasan singkat mengenai mengenal golongan darah O semoga informasi ini bisa memberikan manfaat buat anda dan seluruh kerabat anda, dan silahkan share jika menurut anda bisa bermanfaat buat orang lain.