OVO Startup Anak Bangsa Menjadi Unicorn di Indonesia

venture capital

Saat ini Indonesia telah menambah kembali jumlah unicornya yaitu OVO yang telah diresmikan menjadi startup anak bangsa yang memiliki nilai valuasi lebih dari USD 1 miliar. Seperti yang telah dilaporkan CB Insights jika OVO telah menyandang status startup unicorn pada 14 Maret 2019 lalu. OVO yang merupakan anak perusahaan dari Lippo Group ini telah memiliki nilai valuasi sebesar USD 2,9 miliar atau sekitar Rp. 40,9 triliun.

Awalnya OVO yang dikelola oleh PT Visionet Internasional ini hadir sebagai aplikasi loyalitas yang mengelola point hasil berbelanja di pusat perbelanjaan milik Lippo Group. OVO pada tahun 2017 telah mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia untuk bisa menghadirkan layanan dompet digital. Sebagai upaya untuk memperluas pangsa pasarnya, OVO telah menggandeng Tokopedia dan Grab.

OVO didalam perjalanannya telah menjadi salah satu fintech besar di Indonesia. Disepanjang tahun 2018 saja, OVO mengklaim jika dirinya telah menjalankan transaksi sebanyak 1 miliar kali. Dengan masuknya OVO kedalam jajaran unicorn Indonesia, maka sekarang Indonesia telah memiliki 5 startup yang menyandang gelar Unicorn. Dan bahkan salah satu diantaranya telah mendapat status decacorn.

Berikut dibawah ini startup di Indonesia yang memiliki gelar Unicorn diantaranya yaitu :

  • Gojek dengan valuasi USD 10 Miliar

venture capital

Gojek dirintis pada tahun 2010 oleh Nadiem Makariem. Gojek yang berada dibawah bendera PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa ini merupakan startup asal Indonesia yang pertama menyandang gelar unicorn. Bisa didapatkannya gelar Unicorn tersebut, setelah Gojek menerima kucuran dana sebesar US$ 550 juta atau sekitar Rp. 7,2 triliun dari sejumlah investor pada Agustus 2016 lalu. Para investor tersebut seperti Formation Group, Sequoia Capital India, dan Warburg Pincus.

  • Tokopedia dengan valuasi USD 7 Miliar

Tokopedia merupakan perusahaan rintisan yang berfokus kepada bidang e – commerce online to offline (O2O) yang berhasil menjadi startup kedua asal Indonesia setelah Gojek. Tokopedia didirikan pada tahun 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Perusahaan rintisan ini berhasil menyabet gelar Unicorn setelah mendapatkan kucuran dana dari Alibaba Group sebesar US$ 1,1 miliar pada tahun 2017 lalu.

  • Traveloka dengan valuasi USD 2 Miliar

Traveloka didirikan pada tahun 2012 lalu oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan juga Albert Zhang. Traveloka merupakan perusahaan rintisan yang berfokus kepada bidang perjalanan dan pemesanan hotel yang diklaim menjadi startup travel Asia Tenggara pertama yang menyadang gelar Unicorn.

  • Bukalapak dengan valuasi USD 1 Miliar

Bukalapak menjadi startup unicorn keempat, dimana Bukalapak ini merupakan perusahaan rintisan di bidang e – commerce yang didirikan pada awal tahun 2010 lalu oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid. Bukalapak berhasil menyandang gelar unicorn setelah mereka mendapatkan suntikan dana dari beberapa grup investor besar, dan salah satunya adalah dari Emtek Group kkdann 500 startup.

  • OVO dengan evaluasi USD 2,9 miliar

Didalam ajang Siberkreasi 2019 tahun lalu, Rudiantara selaku Menkominfo mengatakan jika OVO telah berhasil menjadi Unicorn asal Indonesia yang terbaru. OVO ini sendiri merupakan penyedia layanan pembayaran elektronik besutan Grup Lippo yang diperkirakan memiliki nilai valuasi sebesar US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp. 41 triliun oleh Firma Analis perusahaan CB Insight. Menurut CB Insight, angka tersebut berhasil dicapai sejak 14 Maret 2018.

Bagi kalian yang ingin merintis atau sedang merintis usaha, kalian jangan khawatir terkait pendanaan atau modal tambahan, di Indonesia banyak angel investor, angel investor merupakan seseorang yang memiliki kekayaan bersih yang tinggi, dan memberikan dukungan terhadap perusahaan-perusahaan kecil yang baru mulai.