Tali Rami Sabut Kelapa Yang Memiliki Beberapa Keunggulan

Tali Rami Sabut Kelapa

Tali rami sabut kelapa saat ini memang banyak digemari. Karna tali ini bisa digunakan untuk kerajinan estetika, pengikat dan lainnya.

Tali Rami Sabut Kelapa

Tali Rami Sabut Kelapa

Kerajinan kelapa pertama adalah tali rami sabut kelapa. Kerajinan kelapa ini juga menjadi salah satu kerajinan yang paling banyak diminta karena sedang trend. Jadi sabut kelapa tidak hanya dibuat menjadi bisnis seperti jual cocomesh, cocosheet dan lain lain.

Untuk pecinta hal natural pilihan kerajinan vintage memang sangat tepat. Kebanyakan orang memang membuat kerajinan vintage digunakan untuk kebutuhan pribadi atau bisa juga dijadikan project.

Jika anda pecita kerajinan vintage anda bisa menggunakan tali rami. Tami rami sering digunakan untuk mengikat kado hadiah, untuk menggantung foto, bisa untuk aksesoris, proyek DIY, dan bahan kreatif lainnya

Ukuran Tali Rami

pengaruh kitosan terhadap sifat fisik, perpanjangan dan kekuatan putus tali kelapa-kelapa. Berdasarkan hasil penelitian, tali kelapa kitosan berwarna coklat tua, tekstur lebih lentur, dan permukaan tidak terlalu kasar. Diameter rata-rata tali kelapa kitosan 6,45 mm dan lebih besar dari pada tali kelapa tanpa perlakuan yaitu 6,31 mm.

Berat tali kelapa kitosan adalah 5,24 gram sehingga lebih berat dari berat kelapa yang tidak diberi perlakuan yaitu 5,10 gram. Kadar air tali kelapa yang diberi kitosan 6,65% lebih tinggi dibandingkan dengan kelapa yang tidak diberi perlakuan, sedangkan kepadatan rata-rata kedua tali sama yaitu 0,91 g / cm. Kelapa-kelapa yang memanjang 10,11 cm atau lebih tinggi 4,81% dari kelapa-kelapa yang tidak diberi perlakuan yaitu 8,9 cm.

Rata-rata kekuatan pecah sabut kelapa dengan kitosan dalam air adalah 72,63 kgf / cm² atau 0,004% lebih kecil dibandingkan dengan sabut kelapa tak tertandingi 72,93 kgf / cm². Tali kelapa kitosan dapat digunakan sebagai pengganti serat sintetik pada komponen alat tangkap.

Saran untuk penelitian ini adalah penyelidikan lebih lanjut mengenai anatomi tali kelapa yang dilapisi dengan kitosan, perendaman buah kelapa dengan waktu perendaman yang berbeda serta pengukuran kekuatan dan ketahanan tali kelapa yang direndam dalam air laut.

Cara Membuat Tali Rami Sabut Kelapa

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan serabut tempurung kelapa yang sudah mulai mengering. Seratnya menyerupai cangkang atau rambut coklat. Bersihkan serat dari kotoran. Setelah itu, tarik serat secara bertahap sambil Anda memutarnya.

Seperti yang terlihat pada video, pemintalan pada serat tempurung kelapa menarik serat-serat selanjutnya sehingga tali mulai terbentuk. Pada tahap pertama, tali yang dihasilkan kurang kuat.

Untuk memperkuat tali, satu putaran lagi harus dilakukan. Tali dari hasil ronde pertama terbelah dua. Kemudian putar dua bagian tali tipis dengan gerakan mengepang. Ulangi hal yang sama pada seutas tali selanjutnya agar didapatkan tali yang dianggap aman.

Hasil yang diperoleh setiap orang akan berbeda-beda berdasarkan pola rotasi dan jumlah lapisan sabut kelapa yang digunakan.

Kerajinan Lain Sabut Kelapa

1. Matras / Keset Sabut Kelapa

Kerajinan kelapa yang sangat banyak diinginkan juga ialah keset atau alas sabut kelapa.

Hal ini dikarenakan baru-baru ini telah beredar kabar mengenai ular atau ular muda yang keluar dari sarangnya. Dengan itu, membuat beberapa warga kota resah dengan kabar viral ini. Tapi apa hubungannya ular itu dengan alas batok kelapa?

Menurut beberapa pendapat menggunakan keset bertujuan untuk mencegah masuknya ular ke dalam rumah karena ular takut dengan batok kelapa. Sejauh ini, beberapa pengrajin tikar batok kelapa mengalami peningkatan penjualan.

Keset kelapa juga memiliki model dan ukuran yang berbeda. Semakin besar matrasnya, semakin besar tingkat kesulitannya dan tentunya semakin mahal.

Ada beberapa hotel dan restoran juga menggunakan alas dari sabut kelapa sebagai pengganti alas karet dengan tujuan memberikan kesan estetika. Keset kelapa juga dinilai lebih awet dan tahan lama.

2. Sapu Sabut Kelapa

Kerajinan batok kelapa yang masih bertahan pada pergantian milenium ini mungkin terkesan jadul, namun sangat fungsional. Ya, sapu batok kelapa masih belum mau kalah dengan sapu modern saat ini.

Alasan orang – orang masih banyak yang menggunakan sapu sabut kelapa karena debu lebih mudah dibersihkan, lebih murah, lebih tahan lama, dan lebih ramah lingkungan.

Alasannya adalah kebanyakan sapu modern saat ini terbuat dari plastik sintetis yang tidak akan tahan lama. Sapu plastik tidak hanya lebih mahal, tapi juga tidak ramah lingkungan.

Sedangkan harga kocokan batok kelapa hanya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp30.000. Apalagi jika kamu membelinya langsung dari pengrajinnya, kemungkinan besar kamu akan mendapatkannya

Demikian pembahasan mengenai tali rami sabut kelapa yang bisa kalian jadikan untuk kerajinan estetika, penguat, tali kado dan lainnya. Semoga bermanfaat.