Tips Mengukur Konsumsi Bahan Bakar

Harga bahan bakar tetap naik. Akibatnya, makin banyak pengendara yang menyimak mengkonsumsi bahan bakar dengan Macnaught Flow Meter kendaraannya. Meskipun ada banyak segi yang bisa merubah kuantitas mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda (misalnya, dalam kota atau luar kota, situasi jalan, tekanan di ban, dst.) namun sesungguhnya melacak kuantitas ini tidaklah sulit

Menghitung Konsumsi Bahan Bakar

1.Rumus mengkonsumsi bahan bakar adalah “Jumlah Kilometer dibagi bersama Jumlah Bahan Bakar Terpakai”. Konsumsi bahan bakar sebuah mobil dihitung berasal dari kuantitas kilometer dibagi liter bensin yang terpakai. Jika Anda tahu berapa jauh Anda berkendara serta kapasitas maksimum tangki bahan bakar Anda, Anda tinggal membagi kuantitas kilometer bersama kuantitas liter. Hasilnya adalah kuantitas mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda dalam kilometer per liter (km/l). Namun, kuantitas ini lebih sering ditulis sebagai rasio bahan bakar, bila “1:20”, atau 20 kilometer per 1 liter bahan bakar.

Penghitungan yang mirip bisa Anda melakukan bersama mil dan galon.
Waktu terbaik untuk mengukur mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda adalah tepat sehabis isikan bensin.

 

2. Reset trip meter mobil Anda sehabis isikan bensin. Mobil-mobil tipe baru umumnya dilengkapi bersama sejenis odometer yang kapan pun bisa direset lagi ke angka 0 (disebut sebagai trip meter). Odometer ini umumnya terdapat di dasbor, di dekat speedometer atau di layar bagian tengah. Di dekat odometer ini umumnya akan ada suatu tombol yang Anda bisa pencet dan tahan untuk mengembalikan hitungan ke angka 0. Sebelum isikan bensin, reset odometer ke angka 0, lantas perhatikan angka di odometer ketika Anda kudu lagi isikan bensin. Ini adalah kuantitas kilometer yang sudah ditempuh kendaraan Anda sejak kali paling akhir isikan bensin.

Trip meter Anda akan menampilkan angka “0 kilometer”.
Jika mobil Anda tidak dilengkapi trip meter, Anda bisa merekam kuantitas kilometer mobil Anda sebagai “Jumlah Tempuh Awal”. Misalnya, kecuali odometer mobil Anda membuktikan angka 10.000 ketika isikan bensin, tuliskan “10.000”.

 

3.Catat hitungan kilometer di odometer sebelum Anda lagi isikan bensin. Sebelum Anda lagi isikan bensin, catat hitungan kilometer di odometer Anda sebagai “Jumlah Tempuh Akhir”.

Apabila mobil Anda tidak dilengkapi bersama trip meter, Anda bisa mengkalkulasi kuantitas kilometer yang sudah ditempuh bersama langkah mengkalkulasi Jumlah Tempuh Akhir dikurang bersama Jumlah Tempuh Awal. Misalnya, kecuali odometer Anda membuktikan 10.250, Anda bisa kurangi ini bersama 10.000. Ini berarti Anda menempuh 250 kilometer bersama tangki bensin penuh.

 

4. Kendarai mobil Anda hingga tangki bensin hampir kosong. Anda bisa melakukan penghitungan ini berapa pun kuantitas bensin yang tersisa di mobil Anda. Akan tetapi, makin sedikit bensin yang tersisa, penghitungan Anda terhitung akan makin akurat.

 

5. Catat kuantitas pengisian bahan bakar Anda dalam liter. Isi penuh tangki bahan bakar Anda dan perhatikan berapa liter bensin yang Anda butuhkan. Angka ini adalah “Jumlah Konsumsi Bahan Bakar” kendaraan Anda.
Anda kudu isikan tangki bahan bakar Anda hingga penuh. Jika tidak, Anda takkan tahu seberapa banyak bensin yang dihabiskan mobil Anda sejak pengisian terakhir.

 

6. Hitung mengkonsumsi bahan bakar Anda bersama langkah membagi kuantitas tempuh kendaraan bersama kuantitas mengkonsumsi bahan bakar. Misalnya, kecuali Anda menempuh 300 kilometer sebelum lagi isikan bensin, dan Anda kudu isikan bensin sebanyak 15 liter, maka mengkonsumsi bahan bakar kendaraan Anda adalah 1:20, atau 20 kilometer per 1 liter (300 km / 15 l = 20 km/l).

Rumusnya mirip untuk ukuran mil dan galon.
Untuk tahu seberapa banyak bahan bakar yang mobil Anda gunakan, penghitungannya kudu bermula sejak tangki penuh, sesudah itu berkurang, lantas hingga tangki lagi penuh.

7.Berlatih mengkalkulasi bersama contoh. Misalnya, odometer Joko membuktikan angka 23.500 bersama tangki bensin penuh. Setelah berkendara sepanjang lebih dari satu hari, ia kudu isikan bensin. Di odometer tertera 23.889, dan Joko butuh 20 liter bensin untuk isikan tangki mobilnya hingga penuh. Berapa banyak mengkonsumsi bahan bakar mobil Joko?

Konsumsi BBM = (Jumlah Tempuh Akhir – Jumlah Tempuh Awal) / Jumlah Konsumsi Bahan Bakar
Konsumsi BBM = (23.889 km – 23.500 km) / 20 l
Konsumsi BBM = 389 km / 20 l
Konsumsi BBM = 19,45 km/l atau rasio 1:19,5

 

Menghitung Konsumsi Bahan Bakar Rata-rata

 

1. Perhatikan bahwa mengkonsumsi bahan bakar akan beralih seiring situasi berkendara. Misalnya, sering berhenti akan lebih cepat menghabiskan bensin Anda ketimbang menyetir bersama kecepatan konstan. Inilah alasan berkendara di tol luar kota akan menghabiskan lebih sedikit bensin dibanding berkendara di dalam kota.
Sistem cruise control di mobil Anda bisa membantu menghemat bahan bakar.

Lebih cepat Anda berkendara, mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda pun akan makin tinggi.
Pendingin hawa terhitung memakai bahan bakar, menjadi penggunaannya terhitung akan menghabiskan bahan bakar.

 

2. Catat mengkonsumsi bahan bakar lebih dari satu kali untuk memperoleh mengkonsumsi bahan bakar rata-rata. Anda butuh data yang lebih banyak untuk memperoleh uraian yang lebih akurat tentang mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda. Anda bisa menyingkirkan kesalahan-kesalahan dalam data Anda bersama langkah berkendara lebih banyak dan merata-ratakan mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda.

Misalnya, Anda mengkalkulasi mengkonsumsi bahan bakar ketika menyetir di pegunungan. Tentunya Anda akan lebih cepat menghabiskan bensin; bersama demikian, rasio mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda pun akan lebih rendah berasal dari biasanya.

 

3. Setelah tangki bensin penuh, kembalikan trip meter Anda ke angka 0. Kembalikan trip meter Anda ke angka 0 dan jangan diubah lagi sehabis isikan bensin. Jika mobil Anda tidak dilengkapi trip meter (odometer yang bisa dikembalikan ke angka 0), catat angka kilometer yang ada di penampilan odometer Anda.

 

4. Catat berapa liter yang diperlukan mobil Anda tiap tiap kali mengisi. Anda kudu tahu berapa banyak bahan bakar yang Anda memakai untuk memperoleh pengukuran mengkonsumsi bahan bakar yang akurat. Setiap kali Anda isikan bensin, catat kuantitas liter yang diisi dan simpan catatan ini.

 

5. Berkendara seperti umumnya sepanjang lebih dari satu minggu. Jangan mereset trip meter Anda. Pastikan Anda isikan bensin mobil Anda 3 hingga 4 kali untuk memperoleh pengukuran yang akurat. Lakukan pengukuran ini ketika Anda tidak kudu bepergian jauh atau mengalami kemacetan parah, karena ke-2 perihal selanjutnya bisa mengganggu pengukuran mengkonsumsi bahan bakar Anda.

Anda tidak kudu selalu isikan tangki bensin Anda hingga penuh. Untuk mengkalkulasi mengkonsumsi bahan bakar, Anda hanya kudu mencatat kuantitas liter yang Anda isikan.

 

6. Setelah 2-3 minggu, isikan tangki bensin mobil Anda hingga penuh. Ketika Anda sudah siap untuk mengkalkulasi mengkonsumsi bahan bakar, isikan tangki bensin mobil Anda hingga penuh dan catat kuantitas liter yang Anda isikan.

 

7. Jumlahkan kuantitas liter yang Anda isikan. Ini akan mencerminkan kuantitas keseluruhan bahan bakar yang digunakan sepanjang saat yang tercatat.
Apabila saya tiga kali membeli bensin, dalam kuantitas 15 liter, 5 liter, dan 10 liter, kuantitas keseluruhan bahan bakar yang saya memakai adalah 30 liter.

 

8. Hitung kuantitas keseluruhan tempuh dibagi kuantitas liter bahan bakar. Perhatikan trip meter Anda untuk tahu mengkonsumsi bahan bakar biasanya Anda. Bagi angka di trip meter ini bersama kuantitas liter bahan bakar untuk memperoleh mengkonsumsi bahan bakar rata-rata. Angka ini adalah kuantitas tentu rasio mengkonsumsi bahan bakar mobil Anda. Selain itu, angka ini terhitung merupakan perkiraan mengkonsumsi bahan bakar biasanya mobil Anda.

Misalnya, bila mobil Anda menghabiskan 30 liter bensin dan Anda menempuh jarak 250 kilometer, maka mengkonsumsi bahan bakar biasanya Anda adalah 8,3 km per liter (250 km / 30 l = 8,3 km/l), atau 1:8,3.

 

9. Ingat bahwa taksiran rasio mengkonsumsi bahan bakar yang tertera di iklan umumnya amat tinggi. Produsen mobil sesungguhnya diwajibkan untuk menyatakan rasio mengkonsumsi bahan bakar biasanya mobil mereka. Namun, angka ini umumnya hanya taksiran dan amat tinggi.[2] Anda bisa melacak mengkonsumsi bahan bakar tipe mobil Anda lewat internet, namun untuk lebih tepatnya, Anda kudu mengukur sendiri.

Jika hasil hitungan Anda jauh tidak sama berasal dari biasanya yang terdapat di internet, mobil Anda mungkin kudu masuk bengkel.

Memaksimalkan Penggunaan Bahan Bakar

 

1. Hindari penggunaan pendingin hawa (AC). AC memakai bensin untuk mendinginkan mobil Anda. Ini berarti, kuantitas bensin yang bisa Anda memakai untuk berkendara akan lebih sedikit berasal dari yang ditampilkan. Agar lebih efisien, kecilkan AC atau matikan ketika mobil Anda sudah dingin.
AC yang menyala dalam pengaturan maksimum bisa kurangi ketersediaan bensin Anda hingga 25%.

 

2. Berkendaralah dalam batas kecepatan yang sudah ditentukan. Semakin cepat mobil Anda, makin cepat pula bensin Anda akan habis. Konsumsinya pun tidak sedikit. Setiap 5 km/jam di atas 50 km/jam, Anda membayar kuantitas yang mirip bersama kira-kira Rp2.700 per liter bensin

 

3.Menyetirlah bersama aman. Memulai mobilisasi suatu mobil butuh lebih banyak daya ketimbang menjaga mobil selalu bergerak. Ini berarti, kecuali Anda sering menyetir di belakang mobil lain, berhenti, lantas bergerak kembali, atau menyalip, Anda akan menghabiskan lebih banyak bensin dibanding kecuali Anda menyetir dalam kecepatan konstan.
Hindari mengerem dan mengegas tiba-tiba. Kurangi kecepatan mobil Anda sejak masih jauh; jangan menginjak rem secara tiba-tiba.

 

4. Gunakan cruise control ketika berkendara di jalan yang panjang dan rata. Sistem ini bisa membantu Anda mobilisasi mobil dalam kecepatan yang terus-menerus dan rata serta menghindari mengkonsumsi bensin berlebih akibat percepatan dan perlambatan yang tidak perlu.

 

5. Ketika macet, matikan mobil Anda. Membiarkan mobil dalam situasi idle, atau selalu menyala tanpa dijalankan, mirip saja melenyapkan bensin. Jika perlu, matikan mesin untuk menghemat bensin.

Hindari penggunaan bagasi atap mobil. Bagasi tipe ini kurangi aerodinamika mobil Anda, memicu mobil Anda menjadi lambat dan menghabiskan lebih banyak bensin. Lebih efektif kecuali Anda memakai bagasi gandeng atau isikan bagasi mobil Anda hingga penuh.

 

7. Pastikan ban mobil Anda tidak tidak cukup angin. Apabila keempat ban Anda kempes, jarak tempuh mobil Anda akan berkurang sebanyak 0,3%. Sesuaikan tekanan ban mobil Anda bersama angka yang direkomendasikan di buku petunjuk mobil.
Beberapa tipe mobil menuliskan tekanan ban yang direkomendasikan terhadap sebuah stiker di pintu sopir atau di laci.

 

8. Ganti saringan hawa mobil Anda. Ini adalah langkah paling tidak mahal dan gampang untuk tingkatkan efisiensi bahan bakar mobil Anda. Pastikan Anda membeli filter yang tepat karena tiap tiap mobil berbeda-beda. Bawa catatan merek, model, dan tahun mobil Anda ke toko otomotif terdekat.

Untuk mobil baru, mengganti saringan hawa tidak menjamin efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi. Namun begitu, mobil Anda akan lebih lancar ketika digas.